Jumat, 04 Desember 2015

Kisah Nabi Adam AS dan Azazil

Allah menciptakan langit dan bumi beserta makhluk hidup yang menjadi penghuninya. Dan Allah menciptakan para malaikat yang tidak pernah lalai untuk menyembah kepada Allah SWT. Dan tatkala Allah SWT menciptakan nabi Adam yang terbuat dari tanah, para malaikat sempat bertanya kepada Allah, “Wahai Tuhan kami, buat apa Engkau menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungngkan nama-Mu tanpa henti-hentinya. Sedang makhluk yang Engkau ciptakan akan bertengkar satu dengan lainnya, bahkan saling bunuh-membunuh sehingga akan terjadi bencana di atas muka bumi.”  Namun Allah SWT memiliki kehendak lain, Allah SWT lebih mengetahui hikmah dibalik penciptaan Adam. Kisah ini diabadikan dalam surah Al-Baqarah ayat 30 :
“Sesungguhnya Aku mengetahui akan apa yang kamu tidak mengetahuinya.” (QS Al-Baqarah : 30).

            Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud kepada Nabi Adam sebagai penghormatan dan bukan sebagai ibadah, namun saat itu iblis protes, ia merasa dirinya lebih mulia karena diciptakan dari unsure api sedangkan Adam diciptakan dari tanah, dan iblis pun tidak mau bersujud kepada Adam.
Dalam surah Al-A`raf ayat 11 Allah SWT berfirman :
“Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan kalian (Manusia) Kami sempurnakan bentuk kalian, kemudian (saat itu) Kami berfirman kepada para malaikat `Sujudlah kalian semua kepada Adam` maka mereka semua bersujud kecuali iblis tidaklah dia termasuk orang yang tunduk bersujud.” (QS Al-A`raf : 11).

            Karena kesombongan inilah Allah SWT mengusir iblis dari surga dan melaknatnya sebagai penghuni neraka. Allah SWT berkata kepada iblis “Turunlah kamu dari surga, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, keluarlah ! sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina”.  Tapi iblis memohon kepada Allah SWT untuk di tangguhkan kematiannya hingga hari kebangkitan, agar bisa menggoda manusia dari jalan yang lurus.

           
            Allah SWT berfirman kepada nabi Adam dalam surah Al-A`raf ayat 19, “Wahai Adam tinggalkan engkau bersama istrimu di dalam surge dan makanlah apa yang kamu serdua sukai, tetapi janganlah kamu berdua dekati pohon yang satu ini, apabila didekati kamu berdua termasuk orang yang zalim.” (QS Al-A`raf : 19). Dan iblis mulai merancang siasat menyesatkan Adam dan Hawa supaya ikut terusir dari surga. Untuk mendapat kepercayaan Adam dan Hawa iblis member nasehat bahwa sesungguhnya larangan Allah SWT untuk mendekati pohon itu dan memakan buahnya karena jika memakannya Adam dan Hawa akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal. Iblis tak bosan untuk terus membujuk Adam dan Hawa hingga akhirnya mereka tergoda. Kemudian Adam dan Hawa menyesal atas dosa yang telah dilakukannya, kemudian bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman :
“Turunlah kamu, kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenangan kamu sampai waktu yang telah ditentukan.”

            Sebelum Adam dan Hawa diciptakan, Allah SWT sudah menciptakan makhluk sebelumnya yang mirip dengan manusai, karena malaikat sudah mengetahui bahwa manusia keturunan Adam akan saling membunuh dan membuat bencana di muka bumi. Berdasarkan penelitian para arkeologi ditemukan fosil makhluk sejenis manusia tetapi memiliki karakteristik yang sangat primitif. Volume otak mereka lebih kecil dari manusia dan kemampuan bicaranya sangat terbatas. Menurut keterangan hadist Nabi, Adam memiliki postur badan dengan tinggi 60 hasta atau sekitar 27 meter lebih, dan Adam hidup selama 930 tahun, sedangkan Hawa diciptakan saat Adam berusia 130 tahun. Anak-anak dari Adam  dan Hawa dilahirkan secara kembar, setiap bayi laki-laki dilahirkan bersamaan dengan bayi perempuan. Kemudian Adam menikahkan anak laki-lakinya dengan anak gadis yang tidak sekembar dengannya. Total keseluruhan anak-anak adam berjumlah 40 anak kembar.

            Iblis kembali menggoda anak-anak Adam, saat Qabil dan Habil beranjak dewasa, Nabi Adam mendapat petunjuk dari Allah SWT untuk menikahkan Qabil denag Lubudah adik Habil, dan Habil menikah dengan Iklimah adik Qabil. Namun Qabil menolak keputusan Ayahnya karena Lubudah dianggapnya tidak secantik Iklimah. Nabi Adam akhirnya membuat kebijakan yaitu, masing-masing membuat persembahan untuk Tuhan. Siapa yang terpilih ia yang berhak memilih jodoh yang disenanginya. Kemudian Habil mempersembahkan kambing peliharaannya yang gemuk, sedangkan Qabil membawa sekarung gandumyang isinya sudah rusak. Saat persembahan itu disimpan di atas bukit, api besar menyambar kambing Habil sebagai tanda persembahan Habil diterima oleh Allah SWT. Kemudian iblis kembali beraksi, karena dirasuki rasa benci, Qabil akhirnya membunuh Habil dan inilah pembunuhan pertama dalam sejarah manusia. Dalam tafsir Al-Qurtubi, Qabil akhirnya melarikan diri bersama saudara kembarnya ke daerah Yaman. Iblis kembali datang menggodanya seraya berkata sesungguhnya kurban saudaramu dimakan api karena ia menyembah api, maka buatlah tungku dan sembahlah api, hal itu akan bermanfaat bagimu dan keturunanmu. Selanjutnya Qabil membangun rumah penyembahan api dan inilah awal mula agama yang menyembah dewa api, seperti yang dianut oleh kaum madjusi.

            Semua makhluk penghuni surge bersujud menghormati nabi Adam kecuali iblis. Iblis merasa lebih mulia dan lebih agung dari Adam. Nama asli iblis adalah azazil yang merupakan bapak bangsa jin, tapi ada juga yang berpendapat bernama alharidz. Sebelum dikutuk oleh Allah SWT, azazil pernah menjadi imam para malaikat atau syaidul malaikat, dijuluki juga qanzul jannah yang artinya bendahara surga. Seperti yang ditulis dalam berbagai kitab tafsir, seperti tafsir ibnu katsir dan tafsir alkausin, azazil dibuang ke jabal muntaha yang berada di gurun yudeha, syuriah yang dikenal juga dengan gunung azazil. Azazil menurut ibnu taymiah merupakan cikal bakal bangsa jin. Azazil dalam bahasa arab kuno terdiri dari dua suku kata, yaitu al-aziz dan iel. Al-aziz artinya hamba yang terhormat dan sangat kuat, sedangkan iel merupakan penamaan Allah di jaman arab kuno. Jadi azazil artinya adalah hamba Allah yang terhormat. Tetapi ada juga yang mengartikan azazil adalah makhluk sombong dan membangkang.

            Sebelum diusir dari surga, azazil mendapat tempat istimewa di tengah penduduk langit, berwajah rupawan dan mempunyai empat sayap. Azazil menduduki beberapa langit dan biasa mendengar berita rahasia Tuhan, seperti diuraikan dalam surah Al-Jin ayat 9:
“Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya) tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintainya (untuk membakarnya).”(QS Al-Jin : 9).
            Nama azazil ditulis dalam kitab perjanjian lama. Azazil dikaitkan dengan hari penebusan yang dalam ajaran yahudi disebut yangkipur. Dalam keyakinan yahudi, semua makhluk akan dimatikan oleh Tuhan dan yang terakhir adalah azazil, azazil atau azaziel akan menanggung semua dosa kaum yahudi sebelum memasuki surga. Nama azazil tertulis dalam sebuah dokumen kuno yang ditemukan oleh para arkeolog di kumran, palestina. Setelah diusir dari surga dan menetap di bumi, iblis berkembang biak dan menjadi bangsa setan yang memiliki misi menyesatkan umat manusia. Dalam sebuah cerita saat iblis mengetahui nabi Adam dan Hawa akan bertemu di padang arafah lalu iblis membakar padang arafah menjadi gersang dan tandus, padahal awalnya arafah adalah padang rumput yang penuh dengan pepohonan dan sungai. Namun kisah ini tidak ditemukan dalam Al-Qur`an maupun hadist, yang kebenarannya hanya Allah SWT yang maha mengetahuinya.


            Hingga hari kebangkitan tiba, iblis akan terus menggoda manusia agar terjerumus kedalam kesesatan, oleh karena itu kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindar dari godaan setan yang terkutuk.

Turunnya Nabi Isa dan Kedatangan Imam Al-Mahdi

Dalam berbagai hadist Rasulullah SAW menceritakan sosok Imam Mahdi yang berasal dari keturunannya, sebagaimana hadist yang diriwiyatkan oleh Abu Dawud, yaitu:
“Bila tidak tersisa dari dunia kecuali satu hari- Za`idah (salah seorang rawi) mengatakan dalam hadistnya- tentu Allah akan panjangkan hari tersebut, sehingga Allah utus padanya seorang lelaki dariku- atau dari keluargaku. Namanya sesuai dengan namaku, dan nama ayahnya seperti nama ayahku. Ia memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kedzaliman dan keculasan.” (Hasan Shahih, HR Abu Dawud). Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, maka imam Mahdi bernama Muhammad atau Ahmad dan nama Ayahnya Abdullah.

            Imam Mahdi akan hidup dan memimpin dunia selama 7-9 tahun. Hal ini sesuai dengan hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah:
“Akan datang pada umatku Al-Mahdi, bila masanya pendek maka 7 tahun, kalau tidak maka 9 tahun.”(HR Ibnu Majah). Kedatangan imam Mahdi pada dasarnya bertujuan untuk menyatukan kaum muslimin yang terpecah dan berkelompok-kelompok, dan setelah mampu menyatukan kaum muslimin, maka imam Mahdi menegakkan Negara Islam dengan satu bendera. Imam Mhadi akan mengibarkan panji-panji jihad fisabilillah dan memerdekakan negeri-negeri islam yang dikuasai oleh kaum kafir. Imam Mahdi akan memimpin berbagai peperangan yang dimulai dari jazirah Arab, kemudian berlanjut ke negeri Persia dan negeri rome. Allah SWT memberinya kemenangan atas peperangan tersebut. Rasulullah SAW berpesan : “Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai`at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak diata salju karena sesungguhnya dia adalah khalifahtullah Al-Mahdi.” (HR Ibnu Majah).

            Turunnya nabi Isa merupakan tanda besar dekatnya hari kiamat. Ada sekitar 33 hadist shahih, bahkan sebagian ahli hadist mengatakan jumlahnya sekitar 90 hadist tentang kedatangan nabi Isa pada akhir zaman. Dalam sebuah hadist yang berbunyi :
“Isa Ibn Maryam akan turun di `Menara Putih` (Al-Mannaratul Baidha`) di Damsyik (Damaskus) bagian timur.” (HR Thabrani dari Aus bin Aus).


            Saat turun, nabi Isa turut melaksanakan sholat berjamaah bersama imam Mahdi, Imam Mahdi kemudian berkata “Majulah wahai Rohullah jadi Imam”, nabi Isa menjawab “Tidak, diantara kalian ada pemimpin yang telah dimuliakan oleh Allah dalam umat ini”. Nabi isa turun ke bumi tidak membawa syariat baru tetapi melanjutkan syariat nabi Muhammad SAW untuk menegakkan agama tauhid dan meluruskan kaumnya yang menyembahnya sebagai Tuhan.

            Nabi Isa bersama pasukan Al-Mahdi berhasil menaklukkan Roma kemudian membunuh babi dan memecah salib, sejak itulah umat nasrani berbondong-bondong memeluk agama Islam kecuali kaum yahudi. Pasukan Islam dibawah kepemimpinan Al-Mahdi dan nabi Isa kemudian memerangi bangsa yahudi. Inilah tanda-tanda kiamat yang paling besar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Tidak Akan Terjadi Kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan yahudi, maka kaum muslimin membunuh mereka sampai yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan dan berkatalah batu dan pohon : wahai muslim wahai hamba Allah ini yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon yahudi.” (HR Muslim).

            Bangsa yahudi yang dipimpin oleh dajal akan melakukan perlawanan, inilah perang terbesar pada akhir zaman. Dajal bersama pasukan yahudi akhirnya berhasil dikalahkan. Dalam sebuah riwayat, saat dajal sedang melarikan diri dihadang oleh nabi Isa as, badannya mendadak meleleh seperti lilin terkena api. Maka musnahlah dajal yang hidup dimuka bumi lebih dari 4000 tahun, setelah itu dunia akan diliputi keamanan dan kedamaian.

            Nabi Isa akan hidup di bumi selama 24 tahun menegakkan keadilan dan kedamaian, dalam hadist lain disebut selama 40 tahun. Nabi Isa kemudian wafat dan dimakamkan di samping makam Rasulullah SAW.  Turunnya nabi Isa ke muka bumi merupakan tanda yang jelas akan datangnya hari kiamat. Allah SWT berfirman dalam surah Az-Zukhruf yang berbunyi:
“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar adalah tanda bagi hari kiamat karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS Az-Zukhruf : 61).

Turunnya nabi Isa dan keatangan Imam Al-Mahdi untuk menumpas dajal merupakan tanda-tanda akhir zaman yang wajib kita percayai.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...